Tata Cara Sholat Gerhana — Kusuf dan Khusuf

Panduan · 2026-06-03
Tata Cara Sholat Gerhana — Kusuf dan Khusuf

Sholat Gerhana adalah sholat sunnah muakkad yang dikerjakan ketika terjadi gerhana matahari (disebut Sholat Kusuf) atau gerhana bulan (disebut Sholat Khusuf). Sholat ini unik karena tata caranya berbeda dari sholat pada umumnya — setiap rakaat memiliki dua kali rukuk dan dua kali berdiri membaca surat.

Anjuran dan Dasar Hukumnya

Rasulullah ﷺ mengerjakan Sholat Gerhana bersama para sahabat saat terjadi gerhana matahari di masa hidupnya, sebagaimana diriwayatkan Aisyah RA (HR. Bukhari dan Muslim). Beliau menjelaskan bahwa gerhana adalah tanda kekuasaan Allah, bukan pertanda kematian atau kelahiran seseorang seperti kepercayaan masyarakat Arab jahiliyah saat itu — karenanya umat dianjurkan segera sholat, berdoa, dan bersedekah ketika gerhana terjadi.

Waktu Pelaksanaan

Sholat Gerhana dikerjakan sejak gerhana mulai terjadi hingga selesai atau matahari/bulan kembali normal. Karena durasi gerhana terbatas, sholat ini dianjurkan dikerjakan segera begitu diketahui, tanpa menunggu pengumuman resmi jika sudah terlihat jelas oleh mata.

Tata Cara Sholat Gerhana

Berbeda dari sholat sunnah pada umumnya, setiap rakaat Sholat Gerhana memiliki dua kali berdiri (qiyam) dan dua kali rukuk:

  1. Niat dan takbiratul ihram, dilanjutkan membaca Al-Fatihah dan surat panjang
  2. Rukuk dengan durasi lebih panjang dari sholat biasa
  3. Bangkit dari rukuk (i'tidal), lalu membaca Al-Fatihah dan surat lagi (bacaan kedua ini sedikit lebih pendek dari yang pertama)
  4. Rukuk kedua, juga lebih panjang dari sholat biasa namun sedikit lebih singkat dari rukuk pertama
  5. I'tidal, lalu sujud dua kali seperti biasa — inilah baru selesai rakaat pertama
  6. Rakaat kedua diulang dengan pola yang sama (dua kali berdiri, dua kali rukuk)
  7. Ditutup tasyahud dan salam

Setelah salam, imam dianjurkan menyampaikan khutbah singkat mengingatkan jamaah akan kebesaran Allah dan menganjurkan perbanyak istighfar, sedekah, dan doa — sebagaimana dicontohkan Rasulullah ﷺ.

Kusuf dan Khusuf, Apa Bedanya?

Secara bahasa, Kusuf merujuk pada gerhana matahari dan Khusuf pada gerhana bulan, meski keduanya sering dipakai bergantian dalam percakapan umum. Tata cara sholatnya sama persis — perbedaannya hanya pada bacaan: Sholat Kusuf (gerhana matahari) dianjurkan dibaca dengan suara pelan (sirr) karena dikerjakan siang hari, sedangkan Sholat Khusuf (gerhana bulan) dibaca nyaring (jahr) karena dikerjakan malam hari.

Tanya Jawab

Apakah Sholat Gerhana wajib dikerjakan berjamaah?

Lebih utama berjamaah di masjid, mengikuti contoh Rasulullah ﷺ, namun tetap sah jika dikerjakan sendirian di rumah bagi yang tidak sempat ke masjid.

Bagaimana jika gerhana sudah selesai sebelum sempat sholat?

Sholat Gerhana tidak diqadha (diganti di waktu lain) jika gerhananya sudah berakhir, karena sifatnya terikat pada momen kejadian gerhana itu sendiri.