Panduan Zakat Fitrah: Niat, Waktu, dan Cara Menghitungnya

Panduan · 2026-07-21
Panduan Zakat Fitrah: Niat, Waktu, dan Cara Menghitungnya
Foto: Ian Taylor (Pexels)

Zakat fitrah adalah zakat wajib yang dikeluarkan setiap muslim menjelang Idulfitri, berbeda dari zakat maal yang dihitung dari harta dan penghasilan. Berikut niat, waktu, dan cara menghitungnya.

Siapa yang Wajib Membayar?

Zakat fitrah wajib bagi setiap muslim yang hidup pada saat bulan Ramadan berakhir — termasuk bayi yang lahir sebelum Maghrib di akhir Ramadan — dan memiliki kelebihan makanan pokok untuk dirinya serta keluarga pada malam dan hari Idulfitri. Kepala keluarga umumnya menanggung zakat fitrah seluruh anggota keluarganya, termasuk anak-anak.

Besaran Zakat Fitrah

Ukuran zakat fitrah adalah 2,5 kilogram atau 3,5 liter makanan pokok (di Indonesia umumnya beras) per jiwa. Boleh juga dibayar dalam bentuk uang senilai harga makanan pokok tersebut — pendapat yang banyak diikuti di Indonesia mengikuti mazhab Hanafi, meski mazhab Syafi'i yang dominan dianut NU lebih mengutamakan bentuk makanan pokok.

Sebagai gambaran, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menetapkan angka acuan zakat fitrah 2026 sekitar Rp50.000 per jiwa secara nasional, meski nominal pastinya bisa berbeda di tiap daerah mengikuti harga beras setempat — cek pengumuman BAZNAS atau Kemenag di wilayahmu untuk angka paling akurat.

Waktu Membayar

Niat Zakat Fitrah

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri: Nawaitu an ukhrija zakatal fitri 'an nafsi fardhan lillahi ta'ala — "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'ala."

Untuk yang diwakilkan (misalnya anak atau anggota keluarga), tinggal ganti "'an nafsi" (untuk diriku) dengan "'an [nama]" sesuai yang diwakilkan.

Beda dengan Zakat Maal

Zakat fitrah wajib bagi semua muslim tanpa syarat nisab, dibayar sekali setahun menjelang Idulfitri. Zakat maal hanya wajib bagi yang hartanya mencapai nisab tertentu, dihitung dari penghasilan atau simpanan. Pelajari lebih detail di panduan zakat maal Berkah App, atau hitung otomatis lewat Kalkulator Zakat.

Tanya Jawab

Bolehkah zakat fitrah dibayar pakai uang?

Sebagian ulama membolehkan (terutama mazhab Hanafi), sebagian lain (termasuk mazhab Syafi'i) lebih mengutamakan bentuk makanan pokok. Di Indonesia, kedua praktik ini sama-sama umum dijumpai — sesuaikan dengan panduan ormas atau lembaga zakat yang kamu ikuti.

Apa yang terjadi kalau telat bayar zakat fitrah?

Kalau dibayar setelah Maghrib hari Idulfitri tanpa alasan yang dibenarkan syariat, statusnya berubah jadi sedekah biasa, bukan lagi zakat fitrah — sebaiknya dibayar sebelum sholat Id.

📰 Sumber berita rujukan: BAZNAS