
Sholat Iduladha dikerjakan pada pagi 10 Dzulhijjah, salah satu hari besar dalam Islam yang dirayakan bersamaan dengan ibadah haji dan penyembelihan hewan kurban.
Sama seperti Idulfitri, waktu sholat Iduladha dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum Zuhur, dan lebih dianjurkan disegerakan agar penyembelihan kurban bisa dilaksanakan lebih awal.
Berbeda dari Idulfitri, pada hari Iduladha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum sholat, melainkan makan setelahnya โ idealnya dari daging hewan kurban. Buraidah RA meriwayatkan Nabi ๏ทบ tidak makan pada hari Iduladha sampai selesai sholat (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Takbir pada Iduladha juga lebih panjang, dianjurkan mulai malam 9 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik.
Ushalli sunnatan li'idil adha rak'ataini lillahi ta'ala โ "Aku niat sholat sunnah Iduladha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata caranya sama seperti sholat Idulfitri: dua rakaat, takbir tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua (mazhab Syafi'i), dilanjutkan dua khutbah setelah sholat โ biasanya berisi hikmah kurban dan ibadah haji.
Usai sholat dan khutbah, dilanjutkan penyembelihan hewan kurban serta pembagian dagingnya kepada fakir miskin, kerabat, tetangga, dan yang berkurban sendiri.
Pelajari panduan sholat lainnya di halaman Panduan Sholat Berkah App.
Supaya bisa makan dari hasil sembelihan kurban setelah sholat, berbeda dengan Idulfitri yang justru dianjurkan makan dulu sebelum berangkat karena hari itu memang hari "berbuka" setelah sebulan puasa.
Takbir Iduladha dianjurkan berlanjut hingga akhir hari tasyrik, yaitu 13 Dzulhijjah โ lebih panjang dibanding takbir Idulfitri yang berakhir saat imam memulai sholat Id.