Selesai salam bukan berarti sholat selesai begitu saja. Rasulullah ﷺ mencontohkan rangkaian dzikir yang dibaca setelah sholat fardhu — amalan ringan di lisan namun besar nilainya, dan menjadi tradisi yang terus dijaga di masjid maupun mushola di Indonesia.
Dzikir dibuka dengan membaca Astaghfirullaahal 'azhiim sebanyak tiga kali, sebagai permohonan ampun atas kekurangan dan kelalaian yang mungkin terjadi selama sholat. Dilanjutkan dengan bacaan Allaahumma antas-salaam wa minkas-salaam tabaarakta yaa dzal-jalaali wal-ikraam — "Ya Allah, Engkau adalah As-Salam (Yang Maha Sejahtera), dari-Mu segala kesejahteraan, Maha Berkah Engkau wahai Pemilik Keagungan dan Kemuliaan." Susunan ini diriwayatkan dalam HR. Muslim.
Inti wirid setelah sholat adalah membaca Subhaanallaah 33 kali, Alhamdulillaah 33 kali, dan Allaahu akbar 33 kali. Rangkaian ini disebut dalam HR. Muslim, di mana Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa siapa yang membacanya seusai setiap sholat, kesalahan-kesalahannya akan diampuni sekalipun sebanyak buih di lautan.
Bacaan 33 + 33 + 33 berjumlah 99, lalu digenapkan menjadi seratus dengan kalimat tahlil: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa 'alaa kulli syai'in qadiir. Inilah bacaan penyempurna yang disebut dalam riwayat yang sama.
Banyak jamaah juga membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah ayat 255) serta tiga surat perlindungan — Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas — setelah sholat fardhu. Teks lengkapnya bisa dibuka di Al-Quran Digital atau menu Surat Pendek di aplikasi ini.
Setelah wirid, dilanjutkan berdoa memohon kebaikan dunia dan akhirat. Waktu setelah sholat fardhu termasuk kesempatan berdoa yang dianjurkan, sehingga jangan buru-buru beranjak dari tempat sholat.
Agar hitungan tidak keliru dan kekhusyukan tetap terjaga, kamu bisa memakai Tasbih Digital di aplikasi ini yang sudah menyediakan preset dzikir 33 kali. Untuk menjaga rutinitas hariannya, tersedia juga checklist amal harian di halaman Beranda.
Tidak harus. Dzikir boleh dibaca pelan (sirr) maupun agak dikeraskan. Di banyak masjid Indonesia, imam mengeraskan sebagian dzikir sebagai tuntunan bagi jamaah yang belum hafal — praktik ini dibenarkan selama tidak mengganggu orang yang masih menyempurnakan sholatnya.
Boleh, dzikir tetap sah dibaca kapan saja. Namun yang lebih utama adalah membacanya segera setelah salam, selagi masih duduk di tempat sholat, sesuai contoh Rasulullah ﷺ.
Tidak. Makmum yang tertinggal rakaat harus menyempurnakan sholatnya lebih dulu setelah imam salam, baru kemudian membaca dzikir.