Doa Walimah dan Ucapan untuk Kedua Pengantin

Doa · 2026-09-01
Doa Walimah dan Ucapan untuk Kedua Pengantin
Foto: Galuh Hari Setiawan (Unsplash)

Pernikahan adalah momen yang dirayakan hampir semua keluarga. Di balik kemeriahannya, Islam mengajarkan doa dan adab tertentu — baik bagi pengantin, tuan rumah, maupun tamu yang hadir.

Doa untuk Pengantin Baru

Ucapan yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada pengantin adalah Baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair — “Semoga Allah memberkahimu, melimpahkan keberkahan atasmu, dan menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.” Riwayat ini terdapat dalam kitab-kitab sunan.

Ucapan ini berbeda dari sekadar “selamat berbahagia”, karena isinya permohonan keberkahan — bukan hanya kebahagiaan sesaat, melainkan kebaikan yang terus bertambah.

Doa Pengantin di Malam Pertama

Suami dianjurkan meletakkan tangan di ubun-ubun istrinya lalu mendoakan kebaikan baginya, memohon kebaikan pada dirinya dan tabiatnya, serta berlindung dari keburukannya. Sebelum berhubungan, dianjurkan pula membaca doa memohon agar dijauhkan dari setan dan agar keturunan yang dianugerahkan terjaga dari gangguannya.

Lafadz lengkapnya sebaiknya dibaca dari buku doa atau menu Doa Harian agar pelafalannya tepat.

Adab Menghadiri Walimah

  1. Memenuhi undangan. Para ulama memandang menghadiri undangan walimah sebagai hak sesama muslim yang semestinya ditunaikan selama tidak ada uzur.
  2. Mendoakan tuan rumah. Setelah menyantap hidangan, dianjurkan mendoakan keberkahan bagi yang menjamu.
  3. Tidak mencela hidangan. Bila tidak berselera, cukup ditinggalkan tanpa berkomentar.
  4. Menjaga pandangan dan tutur kata di tengah keramaian acara.

Anjuran Menyelenggarakan Walimah

Mengadakan walimah setelah akad merupakan sunnah yang dianjurkan, sebagai bentuk pengumuman pernikahan agar tidak menimbulkan prasangka. Skalanya menyesuaikan kemampuan — walimah sederhana yang tidak memberatkan justru lebih dekat pada tuntunan dibanding pesta besar yang memaksakan diri hingga berutang.

Yang Perlu Dijaga dalam Resepsi

Tradisi Pernikahan Jawa

Rangkaian adat seperti siraman, midodareni, atau panggih berstatus tradisi budaya, bukan ibadah. Ulama Nusantara umumnya membolehkannya selama tidak disertai keyakinan yang menyimpang, tidak melanggar batas syariat, dan tidak memberatkan. Setelah pernikahan, tradisi tingkeban atau mitoni lazim menyusul saat kehamilan menginjak tujuh bulan.

Tanya Jawab

Apakah wajib menghadiri undangan pernikahan?

Para ulama memandang memenuhi undangan walimah sebagai hak sesama muslim yang semestinya ditunaikan. Sebagian bahkan menilainya wajib bila tidak ada uzur. Bila berhalangan, sebaiknya menyampaikan permohonan maaf dan tetap mendoakan.

Bolehkah memberi ucapan selamat dengan bahasa Indonesia?

Boleh. Ucapan berbahasa Indonesia yang berisi doa keberkahan tetap baik. Menyertakan lafadz yang diajarkan Nabi ﷺ menambah keutamaan, tetapi bukan keharusan.

Bagaimana jika keluarga tidak mampu menggelar resepsi?

Tidak menjadi masalah. Walimah dianjurkan sesuai kemampuan, sekadar mengumumkan pernikahan. Menjamu beberapa tetangga dengan hidangan sederhana sudah memenuhi maksud sunnahnya.