
Mendoakan kedua orang tua adalah bagian dari birrul walidain (berbakti kepada orang tua), salah satu amalan yang paling dicintai Allah SWT.
QS Al-Isra ayat 24: Rabbighfirlii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa β "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah mendidikku sewaktu kecil." Doa ini diajarkan langsung dalam Al-Quran, diapit ayat sebelumnya yang memerintahkan berbakti dan berkata lembut kepada orang tua.
Abdullah bin Mas'ud RA meriwayatkan bahwa amal paling dicintai Allah setelah sholat tepat waktu adalah berbakti kepada kedua orang tua (HR. Bukhari dan Muslim). Ada pula hadits yang menyebutkan salah satu dari amal yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah wafat adalah doa anak saleh untuknya (HR. Muslim).
Mendoakan tidak berhenti meski orang tua telah tiada β justru menjadi salah satu bentuk bakti paling berharga karena mereka tidak bisa lagi beramal sendiri. Inilah salah satu makna di balik tradisi tahlilan dan kirim doa di kalangan masyarakat Muslim Indonesia.
Bisa kapan saja, terutama setelah sholat fardhu dan di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir. Rutin mendoakan setiap hari lebih utama daripada sesekali dalam jumlah banyak.
Temukan kumpulan doa harian lainnya di halaman Doa Harian Berkah App.
Boleh mendoakan kebaikan dunia dan hidayah bagi orang tua yang masih hidup meski berbeda agama. Namun ulama menjelaskan doa ampunan (istighfar) khusus diperuntukkan bagi orang tua yang muslim, mengikuti ketentuan dalam QS At-Taubah ayat 113.
Bisa kapan saja, terutama setelah sholat fardhu dan di waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir. Rutin mendoakan setiap hari lebih utama daripada sesekali dalam jumlah banyak.