Sepertiga malam terakhir โ kira-kira mulai pukul 01.00 dini hari hingga menjelang Subuh โ dipercaya sebagai salah satu waktu paling istimewa untuk berdoa. Pada waktu ini, suasana hening dan sedikitnya gangguan membuat seseorang lebih mudah khusyuk dalam bermunajat.
Rasulullah ๏ทบ bersabda, "Allah SWT turun ke langit dunia setiap malam, pada sepertiga malam terakhir, seraya berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku maka akan Aku beri, siapa yang meminta ampun kepada-Ku maka akan Aku ampuni" (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menjadi dasar utama mengapa waktu ini begitu dianjurkan untuk memperbanyak doa.
Di waktu ini dianjurkan memperbanyak istighfar, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, serta menyampaikan hajat dan keinginan kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati. Momen ini biasanya juga dimanfaatkan untuk melaksanakan sholat Tahajud terlebih dahulu sebelum memanjatkan doa, karena berdoa setelah sholat malam dianggap lebih utama dibanding berdoa tanpa didahului ibadah.
Tidak ada bacaan doa yang baku untuk waktu ini โ seseorang bisa berdoa dengan bahasa apa pun sesuai kebutuhannya, atau membaca doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits, seperti doa memohon kebaikan dunia dan akhirat: "Rabbana atina fid dunya hasanatan wa fil akhirati hasanatan wa qina 'adzaban nar" โ "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa neraka" (QS. Al-Baqarah: 201).
Bagi yang belum terbiasa bangun malam, bisa dimulai dengan tidur lebih awal setelah Isya, menghindari begadang yang tidak perlu, serta memasang alarm bertahap. Konsistensi kecil setiap malam jauh lebih baik daripada memaksakan diri sesekali lalu berhenti karena kelelahan.