Doa Naik Kendaraan dan Bepergian Jauh

Doa ยท 2026-07-20
Doa Naik Kendaraan dan Bepergian Jauh
Foto: paje victoria

Bepergian, baik jarak dekat maupun jauh, dianjurkan diawali dengan doa sebagai bentuk memohon perlindungan dan kelancaran kepada Allah SWT. Kebiasaan ini mengajarkan bahwa keselamatan sejatinya datang dari Allah, bukan semata dari kehati-hatian manusia.

Doa Naik Kendaraan

Doa naik kendaraan umumnya dibaca begitu seseorang telah duduk atau berada di atas kendaraan, berbunyi: "Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun" โ€” "Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami" (HR. Muslim). Doa ini berisi pengagungan kepada Allah yang telah menundukkan kendaraan tersebut untuk digunakan, sesuatu yang sebenarnya di luar kemampuan manusia semata.

Doa Safar (Bepergian Jauh)

Selain doa naik kendaraan, terdapat pula doa safar yang lebih panjang, berisi permohonan agar perjalanan dimudahkan, dijauhkan dari kesulitan dan pemandangan yang menyedihkan, serta dijaga selama meninggalkan keluarga di rumah. Doa ini juga memohon agar Allah menjadi teman dalam perjalanan dan pengganti yang menjaga keluarga yang ditinggalkan.

Mengapa Berdoa Sebelum Bepergian Penting?

Kebiasaan ini bukan sekadar ritual, melainkan pengingat bahwa manusia, secanggih apa pun kendaraan dan teknologi yang digunakan, tetap bergantung sepenuhnya pada perlindungan Allah selama perjalanan. Membiasakan doa ini juga menumbuhkan sikap tenang dan tawakal, tidak berlebihan cemas namun tetap waspada menjaga keselamatan.

Doa Ini dan Kaitannya dengan Musafir

Kebiasaan berdoa sebelum bepergian ini juga relevan dengan pembahasan sholat jamak dan qashar bagi musafir, karena status sebagai musafir yang membolehkan berbagai keringanan ibadah dimulai sejak seseorang meninggalkan wilayah tempat tinggalnya untuk perjalanan yang memenuhi syarat jarak tertentu.