Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Fadhilah · 2026-05-18
Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi kedudukan ilmu. Wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah ﷺ, yakni surat Al-Alaq ayat 1-5, justru berisi perintah "Iqra" (bacalah) — menunjukkan bahwa membaca dan menuntut ilmu adalah fondasi paling awal dalam membangun peradaban Islam.

Menuntut Ilmu adalah Kewajiban

Rasulullah ﷺ bersabda, "Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim" (HR. Ibnu Majah). Kewajiban ini tidak dibatasi usia, jenis kelamin, maupun status sosial — baik ilmu agama maupun ilmu duniawi yang bermanfaat bagi kehidupan dan kemaslahatan umat, selama tidak bertentangan dengan syariat.

Kedudukan Orang Berilmu

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Mujadalah ayat 11 bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa derajat lebih tinggi. Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa keutamaan orang berilmu atas ahli ibadah (yang beribadah tanpa ilmu) seperti keutamaan bulan purnama atas seluruh bintang (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) — sebuah perumpamaan yang menggambarkan betapa terangnya cahaya ilmu dibanding amal tanpa pemahaman.

Jalan Menuju Surga

Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ bersabda, "Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga" (HR. Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa proses menuntut ilmu itu sendiri — bukan hanya hasil akhirnya — sudah bernilai ibadah dan pahala di sisi Allah.

Adab dalam Menuntut Ilmu

Islam mengajarkan bahwa menuntut ilmu perlu diiringi adab yang baik: menghormati guru, sabar dalam proses belajar, ikhlas mencari ilmu karena Allah bukan sekadar gengsi atau status, serta mengamalkan ilmu yang sudah didapat. Ilmu yang tidak diamalkan diibaratkan pohon tanpa buah — tumbuh tapi tidak memberi manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Ilmu Agama dan Ilmu Umum

Islam tidak memisahkan secara kaku antara ilmu agama dan ilmu umum. Keduanya sama-sama bernilai ibadah selama diniatkan karena Allah dan digunakan untuk kemaslahatan — baik ilmu fikih untuk memperbaiki ibadah, maupun ilmu kedokteran, teknik, atau sains untuk memberi manfaat luas bagi masyarakat. Yang membedakan bukan jenis ilmunya, melainkan niat dan cara mengamalkannya.

Tanya Jawab

Apakah menuntut ilmu umum juga bernilai ibadah?

Ya, selama diniatkan karena Allah dan dimanfaatkan untuk kebaikan, ilmu umum seperti kedokteran, teknik, atau sains sama-sama bernilai ibadah dan bermanfaat bagi umat.

Sampai usia berapa seorang muslim dianjurkan menuntut ilmu?

Islam mengajarkan menuntut ilmu sepanjang hayat, tanpa batasan usia — sering diringkas dalam ungkapan populer "tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat", meski redaksi ini bukan hadis sahih, maknanya sejalan dengan semangat ajaran Islam.