Dzikir pagi dan petang adalah rangkaian bacaan yang diamalkan pada dua ujung hari. Amalannya ringan, tidak memakan waktu lama, namun para ulama menempatkannya sebagai benteng harian seorang muslim.
Al-Qur’an beberapa kali menyebut anjuran berdzikir pada pagi dan petang. Di antaranya QS. Al-Ahzab (33): 41-42 yang memerintahkan orang beriman berdzikir sebanyak-banyaknya serta bertasbih pada waktu pagi dan petang, juga QS. Ar-Rum (30): 17-18 yang menyebut bertasbih kepada Allah pada petang dan pagi hari.
Dari ayat-ayat inilah para ulama menyusun rangkaian dzikir yang bersumber dari amalan Rasulullah ﷺ, sebagaimana terhimpun dalam kitab-kitab dzikir seperti Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi.
Waktu ini bersifat anjuran, bukan syarat sah. Yang terpenting adalah amalannya tetap dijaga, meski dibaca sedikit terlambat karena kesibukan.
Lafadz lengkap beserta terjemahannya tersedia di menu Doa Harian aplikasi ini.
Bagi yang baru membiasakan, tidak perlu langsung mengamalkan seluruh rangkaian. Mulailah dari beberapa bacaan pokok — Ayat Kursi, tiga surat perlindungan, dan istighfar — lalu tambah perlahan. Amalan kecil yang rutin lebih dicintai daripada amalan besar yang terputus di tengah jalan.
Tidak wajib. Statusnya sunnah yang sangat dianjurkan. Meninggalkannya tidak berdosa, namun mengamalkannya secara rutin mendatangkan keutamaan besar dan menenangkan hati.
Tetap boleh dibaca meski waktunya sudah lewat. Sebagian ulama membolehkan dzikir pagi dibaca hingga menjelang tengah hari dan dzikir petang hingga sepertiga malam pertama. Yang penting amalannya tidak ditinggalkan sama sekali.
Tidak ada keharusan urutan tertentu. Susunan dalam buku-buku dzikir bersifat penataan agar mudah diamalkan, bukan ketentuan yang mengikat.