
Menghafal Al-Quran (tahfidz) adalah amalan istimewa yang terus dijaga umat Islam sejak masa Rasulullah ๏ทบ hingga kini, sebagai salah satu cara menjaga kemurnian Al-Quran dari generasi ke generasi.
Aisyah RA meriwayatkan sabda Nabi ๏ทบ, "Orang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia lagi taat, sedangkan yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan merasa berat, ia mendapat dua pahala" (HR. Bukhari dan Muslim) โ menunjukkan tetap ada keutamaan besar bagi yang belum lancar, bukan hanya yang sudah hafal sempurna.
Buraidah RA meriwayatkan bahwa kedua orang tua dari seorang penghafal Al-Quran akan dipakaikan mahkota kemuliaan di hari kiamat (HR. Abu Dawud) โ sebuah motivasi bagi orang tua untuk mendukung penuh perjalanan anaknya belajar dan menghafal Al-Quran.
Abu Umamah RA meriwayatkan sabda Nabi ๏ทบ, "Bacalah Al-Quran, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya (ahli Quran)" (HR. Muslim).
Di antaranya memulai dari surat-surat pendek Juz 30, konsisten murajaah (mengulang) hafalan lama agar tidak lupa, memakai metode talaqqi (langsung dari guru) untuk menjaga bacaan yang benar dari sisi tajwid dan makhraj, serta menjaga niat ikhlas karena Allah, bukan sekadar mengejar prestasi.
Mulai membaca dan menghafal lewat Al-Quran Digital dan Belajar Tajwid Berkah App.
Tidak harus, meski usia muda memang mempermudah proses menghafal. Banyak juga yang mulai menghafal di usia dewasa dengan konsistensi dan metode yang tepat.
Selama sudah berusaha menjaga dan mengulang (murajaah), lupa sebagian karena kelalaian manusiawi tidak menghapus pahala usaha menghafalnya โ namun tetap dianjurkan terus murajaah agar hafalan tidak hilang.