Kerangka Khutbah Jumat: Kejujuran dalam Berdagang dan Bermuamalah

Khutbah Jumat · 2026-06-26
Kerangka Khutbah Jumat: Kejujuran dalam Berdagang dan Bermuamalah
Foto: Haythem Gataa

📝 Ini kerangka, bukan naskah siap baca. Poin-poin isi silakan dikembangkan sendiri dengan gaya bahasa khatib masing-masing. Ayat Al-Qur'an dirujuk lewat nama surat & nomor ayat (bukan dikutip langsung di sini) — bacakan dari Al-Quran Digital di app ini atau mushaf supaya tidak ada risiko keliru kutip. Ditinjau ulang dulu sebelum disampaikan di mimbar, dan laporkan lewat menu Request kalau ada kekeliruan.

Khutbah Pertama

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

(Hamdalah, syahadat, dan shalawat — pembuka baku khutbah pertama.)

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

(Wasiat taqwa — "Amma ba'du, wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada diriku sendiri dan kepada kalian semua untuk bertakwa kepada Allah, karena sungguh beruntung orang-orang yang bertakwa.")

Isi — Tema Kejujuran dalam Berdagang

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah, Islam sangat menekankan kejujuran dalam segala bentuk muamalah, termasuk jual-beli, timbangan, dan takaran — karena di dalamnya menyangkut hak orang lain.

Bacakan salah satu ayat berikut (rukun: membaca ayat Al-Qur'an) — QS. Al-Muthaffifin (83): 1–3, yang berisi ancaman celaka bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang — meminta dipenuhi haknya saat menerima, tapi mengurangi hak orang lain saat memberi.

[Khatib dipersilakan menambah contoh muamalah kontekstual, mis. jual-beli online, hutang-piutang.]

Doa Penutup Khutbah Pertama

Ditutup dengan doa memohon rezeki yang halal dan berkah, lalu duduk sejenak sebelum khutbah kedua.


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ.

(Hamdalah, syahadat, shalawat, dan wasiat taqwa — diulang di khutbah kedua, salah satu rukun yang wajib ada di kedua khutbah.)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah, semoga Allah memudahkan rezeki kita melalui jalan yang halal dan penuh kejujuran, serta menjauhkan kita dari sifat curang.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

(Doa untuk kaum muslimin — rukun kelima yang letaknya di khutbah kedua. Setelah ini, khatib turun mimbar dan iqamah dikumandangkan.)