Kerangka Khutbah Jumat: Adab Bermedia Sosial dan Pentingnya Tabayyun

Khutbah Jumat · 2026-07-10
Kerangka Khutbah Jumat: Adab Bermedia Sosial dan Pentingnya Tabayyun
Foto: Alim

📝 Ini kerangka, bukan naskah siap baca. Poin-poin isi silakan dikembangkan sendiri dengan gaya bahasa khatib masing-masing. Ayat Al-Qur'an dirujuk lewat nama surat & nomor ayat (bukan dikutip langsung di sini) — bacakan dari Al-Quran Digital di app ini atau mushaf supaya tidak ada risiko keliru kutip. Ditinjau ulang dulu sebelum disampaikan di mimbar, dan laporkan lewat menu Request kalau ada kekeliruan.

Khutbah Pertama

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

(Hamdalah, syahadat, dan shalawat — pembuka baku khutbah pertama.)

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

(Wasiat taqwa — "Amma ba'du, wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada diriku sendiri dan kepada kalian semua untuk bertakwa kepada Allah, karena sungguh beruntung orang-orang yang bertakwa.")

Isi — Tema Adab Bermedia Sosial dan Tabayyun

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah, di era digital saat ini, lisan tidak hanya berupa ucapan, tapi juga apa yang kita ketik dan bagikan di media sosial — sehingga adab menjaga lisan perlu diperluas ke ranah ini.

Bacakan salah satu ayat berikut (rukun: membaca ayat Al-Qur'an) — QS. Al-Hujurat (49): 6, yang memerintahkan untuk melakukan tabayyun (memeriksa kebenaran) apabila menerima berita dari sumber yang tidak jelas kredibilitasnya, agar tidak menimbulkan kerugian karena kecerobohan.

[Khatib dipersilakan menambah contoh kasus hoaks/misinformasi yang relevan dengan kondisi terkini secara umum, tanpa menyebut pihak tertentu.]

Doa Penutup Khutbah Pertama

Ditutup dengan doa memohon dijaga lisan dan jari-jemari dari menyebarkan keburukan, lalu duduk sejenak sebelum khutbah kedua.


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ.

(Hamdalah, syahadat, shalawat, dan wasiat taqwa — diulang di khutbah kedua, salah satu rukun yang wajib ada di kedua khutbah.)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah, marilah kita jadikan media sosial sebagai sarana kebaikan dan dakwah, bukan sarana menyebar fitnah dan berita yang belum jelas kebenarannya.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

(Doa untuk kaum muslimin — rukun kelima yang letaknya di khutbah kedua. Setelah ini, khatib turun mimbar dan iqamah dikumandangkan.)