Kerangka Khutbah Jumat: Berbuat Baik kepada Tetangga

Khutbah Jumat · 2026-05-29
Kerangka Khutbah Jumat: Berbuat Baik kepada Tetangga
Foto: Alim

📝 Ini kerangka, bukan naskah siap baca. Poin-poin isi silakan dikembangkan sendiri dengan gaya bahasa khatib masing-masing. Ayat Al-Qur'an dirujuk lewat nama surat & nomor ayat (bukan dikutip langsung di sini) — bacakan dari Al-Quran Digital di app ini atau mushaf supaya tidak ada risiko keliru kutip. Ditinjau ulang dulu sebelum disampaikan di mimbar, dan laporkan lewat menu Request kalau ada kekeliruan.

Khutbah Pertama

اِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

(Hamdalah, syahadat, dan shalawat — pembuka baku khutbah pertama.)

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

(Wasiat taqwa — "Amma ba'du, wahai hamba-hamba Allah, aku berwasiat kepada diriku sendiri dan kepada kalian semua untuk bertakwa kepada Allah, karena sungguh beruntung orang-orang yang bertakwa.")

Isi — Tema Adab Bertetangga

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah, Islam mengatur hubungan sosial secara menyeluruh, termasuk adab dan hak-hak bertetangga yang perlu dijaga setiap muslim.

Bacakan salah satu ayat berikut (rukun: membaca ayat Al-Qur'an) — QS. An-Nisa (4): 36, yang memerintahkan berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, serta tetangga dekat maupun jauh.

[Khatib dipersilakan menambah contoh praktik baik bertetangga yang relevan dengan kondisi lingkungan jamaah.]

Doa Penutup Khutbah Pertama

Ditutup dengan doa memohon dijadikan tetangga yang baik dan dijauhkan dari sikap menyakiti sesama, lalu duduk sejenak sebelum khutbah kedua.


Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ.

(Hamdalah, syahadat, shalawat, dan wasiat taqwa — diulang di khutbah kedua, salah satu rukun yang wajib ada di kedua khutbah.)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah, marilah kita jaga keharmonisan bertetangga sebagai wujud nyata akhlak mulia yang diajarkan Islam.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

(Doa untuk kaum muslimin — rukun kelima yang letaknya di khutbah kedua. Setelah ini, khatib turun mimbar dan iqamah dikumandangkan.)