Innamā tunżiru manittaba'aż-żikra wa khasyiyar-raḥmāna bil-ghaib, fabassyirhū bimaghfiratiw wa ajring karīm
Sesungguhnya engkau (Nabi Muhammad) hanya (bisa) memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikutinya dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pengasih tanpa melihat-Nya. Berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.
Innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamū wa āṡārahum, wa kulla syai'in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn
Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).
Iż arsalnā ilaihimuṡnaini fakaż-żabūhumā fa'azzaznā biṡāliṡin faqālū innā ilaikum mursalūn
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya. Kemudian Kami menguatkan dengan (utusan) yang ketiga. Maka, ketiga (utusan itu) berkata, 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang diutus kepadamu.'
Mereka berkata, 'Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.'
Qālū ṭā'irukum ma'akum, a'in żukkirtum, bal antum qaumum musrifūn
Mereka menjawab, 'Nasib malangmu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah (kamu bernasib malang) karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.'
A'attakhiżu min dūnihī ālihatan iy yuridnir-raḥmānu biḍurril lā tughnī 'annī syafā'atuhum syai'aw wa lā yunqiżūn
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Dia jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki kemudharatan terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sedikit pun bagi diriku dan mereka juga tidak dapat menyelamatkan diriku?
Ayat 24
اِنِّيْٓ اِذًا لَّفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
Innī iżal lafī ḍalālim mubīn
Sesungguhnya jika demikian, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
Ayat 25
اِنِّيْٓ اٰمَنْتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُوْنِ
Innī āmantu birabbikum fasma'ūn
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.
Alam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurūni annahum ilaihim lā yarji'ūn
Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah dibinasakan) itu tiada kembali kepada mereka?
Wa āyatul lahumul-ardlul-maitatu aḥyaināhā wa akhrajnā minhā ḥabbam faminhu ya'kulūn
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.
Subḥānallażī khalaqal-azwāja kullahā mimmā tumbitul-ardlu wa min anfusihim wa mimmā lā ya'lamūn
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.
Wa āyatul lahumul-lailu naslakhu minhun-nahāra fa'iżā hum muẓlimūn
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.
Wa iżā qīla lahumuttaqū mā baina aidīkum wa mā khalfakum la'allakum turḥamūn
Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat', (niscaya mereka berpaling).
Wa iżā qīla lahum anfiqū mimmā razaqakumullāhu qālallażīna kafarū lillażīna āmanū anuṭ'imu mal lau yasyā'ullāhu aṭ'amahū, in antum illā fī ḍalālim mubīn
Dan apabila dikatakan kepada mereka: 'Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu', maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: 'Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata.'
Qālū yā wailanā mam ba'aṡanā mim marqadinā, hāżā mā wa'adar-raḥmānu wa ṣadaqal-mursalūn
Mereka berkata: 'Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?.' Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya).
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.
Al-yauma nakhtimu 'alā afwāhihim wa tukallimunā aidīhim wa tasyhadu arjuluhum bimā kānū yaksibūn
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.
Wa lau nasyā'u laṭamasnā 'alā a'yunihim fastabaqush-shirāṭa fa'annā yubṣirūn
Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).
Wa lau nasyā'u lamasakhkhnāhum 'alā makānatihim famastāṭā'ū muḍiyyaw wa lā yarji'ūn
Dan jikalau Kami menghendaki, pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.
Wa mā 'allamnāhus-syi'ra wa mā yambaghī lah, in huwa illā żikruw wa qur'ānum mubīn
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?
Wa ḍaraba lanā maṡalaw wa nasiya khalqah, qāla may yuḥyil-'iẓāma wa hiya ramīm
Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: 'Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?'
Awalaisal-lażī khalaqas-samāwāti wal-ardla biqādirin 'alā ay yakhluqa miṡlahum, balā wa Huwal-khallāqul-'alīm
Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.